Haru dan Khidmat Muwadda’ah Kelas IX MTS NU Al Mustaqim Bugel Jepara Tahun 2024

Assalamualaikum…

Sabtu, 18 Mei 2024 menjadi hari yang berkesan bagi kelas IX MTs NU Al Mustaqim. Hari itu telah dilaksanakan acara muwadda’ah kelas IX yang dihadiri oleh Romo Yai KH. Mahrus Ali dari Mayong Jepara, segenap guru dari MA dan MTs NU Al Mustaqim, wali murid, segenap siswa-siswi kelas IX dan pengurus IPNU-IPPNU kelas VII dan VIII yang ikut berperan aktif dalam kelancaran acara.

Serangkaian acara berjalan dengan baik. Mulai dari iringan 68 wisudawan-wisudawati masuk halaman madrasah menuju tempat duduk dengan tenang dan rapi dan disambut dengan persembahan rebana Nurul Qomar dari pondok pesantren Al Mustaqim. Pembacaan ayat-ayat suci Alqur’an dan tahlil menjadi urutan awal acara yang tidak boleh ditinggalkan. Meyanyikan lagu Indonesia Raya, Yalal Wathon, dan Hymne Madrasah oleh tim paduan suara diikuti oleh semua para hadirin sebagai rasa cinta kepada negara dan madrasah.

Dalam sambutan kepala madrasah, Ibu Hj Nor Hidayah,S.Pd.I berpesan kepada anak-anak kelas IX “teruslah belajar sampai jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Jangan lupakan bapak ibu guru, doakan mereka selalu setiap selesai sholat untuk kebermanfaatan dan keberkahan ilmu yang telah kalian peroleh, tetaplah menjunjung tinggi akhlak, untuk anak putri ketika diluar rumah jangan melepas hijab.”

Suasana haru dan tangis pecah saat penampilan demonstrasi tahfidh. Hal ini berawal dari Yulqits salah seorang siswi yang tidak bisa membendung tangisnya saat melantunkan ayat alqur’an, dikarenakan ingat ibunya yang sudah meninggal dunia. Para hadirin hanyut dalam suasana dan tak terasa mereka menitikan air mata. Ibu Adrihah selaku penguji tahfidh dengan menahan tangis menenangkan Yulqits. “semoga  anak-anak tahfidh semua bisa istiqomah dengan Alqur’an dan kelak akan memberikan mahkota kepada kedua orag tua kalian kelak di akhirat.” Doa beliau.

Demonstrasi tahfidh dimulai dengan pembacaan alqur’an bil ghoib dilakukan secara estafet beberapa ayat dari juz 1 sampai juz 7 perwakilan kelas IX siswi tahfidh, kemudian diuji dengan ilmu tajwid dalam kitab Syifaul Jinan. “selain pandai alqur’an anak-anak ini juga dibekali dengan ilmu tajwid yang baik.” Papar ibu Adrihah kepada para hadirin

Tidak hanya dari penampilan tahfidh, penampilan demonstrasi nadhoman imrithi, tashrifan amtsilatut tashrifiyyah dan pembacaan kitab taqrib gundul dari perwakilan kelas IX menambah rasa cinta dengan ilmu. Ghiyats seorang peserta demontrasi kitab diuji oleh bapak H. Ahmadun Anwar seputar isi dari kitab yang ia baca, Ghiyats pun bisa menjawab dengan baik.  ”Jangan malu jadi santri, sekolah dan mondok, mendapatkan ilmu umum dan agama lebih banyak” akhir kata dari bapak H. Ahmadun Anwar selaku penguji untuk menyemangati peserta didik.

Dalam kesempatan ini KH. Mahrus Ali, beliau memberikan tausiyah kepada para hadirin. “wiwiting tresno jalaran saka kulina, awale gak seneng ngaji, terpaksa anggone mangkat ngaji tapi amergo kulino suwe suwe seneng ngaji, ikhlas mangkat ngaji tanpa dipaksa lan akhire barokahi. Uwong tuwo seng kadang galak ing anak amergo ndidik iku ora amergo ora sayang karo anake, justru iku malah wong tuwo seng sayang karo anake. Wong tuwo kudu ikhlas lan lilo mondokake anak, ojo arep-arep bali omah amergo melang-melang saake neng pondok. Ojo khawatir dadi santri bakale dadi opo, insyaAllah Allah bakal nyukupi uripe cah santri, mulyo uripe, rizqine berkah, masalah sitik, cukup, lan sugeh niku peparinge Gusti Allah, intine sami yoiku thoat ing Gus Allah.” Orang tua harus tegas dan ikhlas Lillahi Ta’ala menyekolahkan anak. Anak juga harus selalu istiqomah dalam belajar, karena mencintai ilmu dimulai dari kebiasaan belajar. Harus bangga menjadi santri, percaya bahwa Allah SWT. akan memberikan masa depan yang baik. Urusan rizqi sudah diatur oleh Allah SWT.

Setelah mauidhoh dari Romo Yai, acara selanjutnya yaitu prosesi wisuda. Wisudawan dan wisudwati berpakaian santun dan sopan secara berurutan dipanggil dan naik ke panggung untuk prosesi pengalungan oleh ibu kepala madrasah. Dilanjutkan foto bersama bapak dan ibu guru dengan siswa siswi kelas IX. Terakhir, persembahan dari kelas IX putri dengan menyanyikan lagu maha guru dan sampai jumpa. Disela-sela musik ada pembacaan puisi oleh saudari Siti Aisyah yang menyentuh hati, juga penyerahan bucket kepada kamad dan wali kelas.

Acarapun ditutup dengan mushofahah siswa-siswi kelas IX dan wali murid dengan bapak dan ibu guru diiringi rasa haru. Dengan begitu berakhirlah acara muwadda’ah tahun ini, selamat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi siswa-siswi kelas IX, semoga ilmu yang diperoleh berkah dan manfaat. Aamiin (Aminatul Aslamiyah)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *